Keanekaragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk karena terdiri atas berbagai suku bangsa, adat istiadat, bahasa daerah, serta agama yang berbeda-beda. Keanekaragaman tersebut terdapat di berbagai wilayah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Setiap suku bangsa di Indonesia mempunyai kebiasaan hidup yang berbeda-beda. Kebiasaan hidup itu menjadi budaya serta ciri khas suku bangsa tertentu. Demi persatuan dan kesatuan, seharusnya kita menyadari dan menghargai keanekaragaman tersebut sehingga dapat menjadi satu bangsa yang tangguh. Dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, kita jadikan keragaman suku bangsa dan budaya sebagai salah satu modal dasar dalam pembangunan.

Perhatikan orang-orang yang ada di lingkungan sekitarmu! Misalnya, teman-teman sekelas dan tetangga-tetanggamu. Apakah mereka satu suku bangsa dengan kamu? Adakah teman atau tetangga yang tidak satu suku bangsa dengan kamu? Dalam kehidupan sehari-hari, kita biasa bertemu dan bergaul dengan orang-orang dari berbagai suku bangsa. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini terjadi karena di negara kita terdapat bermacam-macam suku bangsa.

 

  1. a.     Keragaman Suku Bangsa di Indonesia

Coba sebutkan berasal dari suku apa saja teman-teman sekelasmu! Coba sebutkan berasal dari suku apa saja tetangga-tetanggamu! Di lingkungan sekitar kita saja sudah kita jumpai bermacam-macam suku bangsa. Hal ini mencerminkan keadaan bangsa kita. Bangsa kita terdiri dari beragam suku bangsa. Kamu akan belajar macam-macam suku bangsa yang ada di tanah air kita. Setelah itu, kamu akan belajar bagaimana harus bersikap dalam keragaman suku bangsa. Selain terdapat keragaman suku bangsa, di Indonesia juga terdapat bermacam-macam kebudayaan. Kita harus bisa menghormati keragaman suku bangsa dan budaya. Dalam bab ini kamu akan belajar keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan sebagai berikut.

1. Menyebutkan dan menjelaskan keragaman suku bangsa di Indonesia.

2. Menyebutkan dan menjelaskan keragaman budaya di Indonesia.

3. Hidup bersama dalam keragaman suku bangsa dan budaya.

4. Menunjukkan sikap menghargai keragaman suku bangsa dan budaya.

1. Persebaran suku bangsa di Indonesia

Suku bangsa adalah bagian dari suatu bangsa. Suku bangsa mempunyai ciri-ciri mendasar tertentu. Ciri-ciri itu biasanya berkaitan dengan asal-usul dan kebudayaan. Ada beberapa ciri yang dapat digunakan untuk mengenal suatu suku bangsa, yaitu: ciri fisik, bahasa, adat istiadat, dan kesenian yang sama. Contoh ciri fisik, antara lain warna kulit, rambut, wajah, dan bentuk badan. Ciri-ciri inilah yang membedakan satu suku bangsa dengan suku bangsa lainnya. Suku bangsa merupakan kumpulan kerabat (keluarga) luas. Mereka percaya bahwa mereka berasal dari keturunan yang sama. Mereka juga merasa sebagai satu golongan. Dalam kehidupan sehari-hari mereka mempunyai bahasa dan adat istiadat sendiri yang berasal dari nenek moyang

mereka. Dari mana nenek moyang bangsa Indonesia berasal? Ada teori yang

menyatakan penduduk Indonesia berasal dari daratan Cina Selatan, Provinsi Yunan sekarang. Ada juga teori “Nusantara.” Mari kita bahas kedua teori ini.

Menurut teori pertama Suku bangsa Yunan datang ke Indonesia secara bergelombang. Ada dua gelombang terpenting.

1. Gelombang pertama terjadi sekitar 3000 tahun yang lalu. Mereka yang pindah dalam pe-riode ini kemudian dikenal sebagai rumpun bangsa Proto Melayu. Proto Melayu disebut juga Melayu Polynesia. Rumpun bangsa Proto Melayu tersebar dari Madagaskar hingga Pasifik Timur. Mereka bermukim di daerah pantai. Termasuk dalam bangsa Melayu Tua adalah suku bangsa Batak di Sumatera, Dayak di

Kalimantan, dan Toraja di Sulawesi.

2. Gelombang kedua terjadi sekitar 2000 tahun lalu, disebut Deutero Melayu. Mereka disebut penduduk Melayu Muda. Mereka mendesak Melayu Tua ke pedalaman Nusantara. Termasuk bangsa Melayu Muda adalah suku bangsa Jawa, Minang-kabau, Bali, Makassar, Bugis, dan Sunda.

Menurut teori “Nusantara” penduduk Indonesia tidak berasal dari luar. Teori ini didukung banyak ahli, seperti J.Crawfurd, K.Himly, Sutan Takdir Alisjahbana, dan Gorys Keraf. Menurut para ahli ini penduduk Indonesia (bangsa Melayu) sudah memiliki peradaban yang tinggi pada bada ke-19 SM. Taraf ini hanya hanya dapat dicapai setelah perkembangan budaya yang lama. Hal ini menunjukkan penduduk Indonesia tidak berasal dari mana-mana, tetapi berasal dan berkembang di Nusantara. Meskipun ada teori yang menyebutkan bahwa bangsa Indonesia mempunyai nenek moyang yang sama, kenyataannya ada beraneka ragam suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah suku bangsa di Indonesia. Diperkirakan ada 300 sampai 500 suku bangsa yang tinggal di Indonesia. Perbedaan jumlah ini dikarenakan perbedaan para ahli dalam mengelompokkan suku bangsa.

Lalu apa yang menyebabkan terjadinya keragaman suku bangsa di Indonesia? Keragaman suku bangsa di Indonesia antara lain disebabkan oleh:

1. perbedaan ras asal,

2. perbedaan lingkungan geografis,

3. perbedaan latar belakang sejarah,

4. perkembangan daerah,

5. perbedaan agama atau kepercayaan, dan

6. kemampuan adaptasi atau menyesuaikan diri.

Dari faktor-faktor di atas, faktor lingkungan geografis dan kemampuan adaptasi atau menyesuaikan diri sangat berpengaruh. Faktor lingkungan geografis yang menyebabkan keanekaragaman suku bangsa antara lain sebagai berikut.

1. Negara kita berbentuk kepulauan. Penduduk yang tinggal di satu pulau terpisah dengan penduduk yang tinggal di pulau lain. Penduduk tiap pulau mengembangkan kebiasaan dan adat sendiri. Dalam waktu yang cukup lama akan berkembang menjadi kebudayaan yang berbeda.

2. Perbedaan bentuk muka bumi, seperti daerah pantai, dataran rendah, dan pegunungan. Penduduk beradaptasi dengan kondisi geografis alamnya. Adaptasi itu dapat terwujud dalam bentuk perubahan tingkah laku maupun perubahan ciri fisik. Penduduk yang tinggal di daerah pegunungan misalnya, akan berkomunikasi dengan suara yang keras supaya dapat didengar tetangganya. Penduduk yang tinggal di daerah pantai atau di daerah perairan akan mengembangkan keahlian menangkap ikan, dan sebagainya.

Perubahan keadaan alam dan proses adaptasi inilah yang menyebabkan adanya keanekaragaman suku bangsa di Indonesia. Besar kecilnya suku bangsa yang ada di Indonesia tidak merata. Suku bangsa yang jumlah anggotanya cukup besar, antara lain suku bangsa Jawa, Sunda, Madura, Melayu, Bugis, Makassar, Minangkabau, Bali, dan Batak. Biasanya suatu suku bangsa tinggal di wilayah tertentu dalam suatu provinsi di negara kita. Namun tidak selalu demikian. Orang Jawa, orang

Batak, orang Bugis, dan orang Minang misalnya, banyak yang merantau ke wilayah lain.

 

2. Menghormati keragaman suku bangsa

Bangsa kita terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. Keragaman suku bangsa ini merupakan kekayaan bagi bangsa kita. Kita harus mengembangkan sikap menghormati suku-suku bangsa lain dan kebudyaan yang berbeda dengan kebudayaan kita. Bagaimana kita bisa bersikap menghormati keragaman suku bangsa yang ada di tanah air? Kita bisa mengembangkan sikap berikut ini :

1. Menerima suku-suku bangsa lain dalam pergaulan sehari-hari. Dalam

pergaulan di masyarakat, kita tidak hanya bertemu orang satu suku

bangsa. Apalagi kalau kita tinggal di kota. Orang-orang dari suku lain

harus kita terima. Mereka adalah saudara kita satu bangsa.

2. Menambah pengetahuan kita tentang suku-suku lain. Mempelajari suku

bangsa lain tidak harus datang ke daerah tempat tinggal mereka. Kita

bisa belajar tentang adat istiadat, kesenian, dan bahasa mereka.

Dengan mengenal lebih dalam suku-suku lain, ki-ta akan memahami

adat istiadatnya. Dengan demikian kita tidak akan mudah curiga.

3. Tidak menjelek-jelekkan, menghina, dan merendahkan suku-suku bangsa

lain. Kita, manusia yang diciptakan Tuhan dengan harkat dan martabat

yang sama. Oleh karena itu, kita tidak boleh menghina suku

bangsa lain.

Mengapa kita harus menghormati keragaman suku bangsa? Keragaman suku bangsa merupakan kenyataan bangsa kita. Inilah kekayaan bangsa kita. Kalau kita tidak menghormati suku bangsa sendiri, kita tidak akan menjadi bangsa yang kuat. Kita tidak boleh hanya membanggakan suku bangsa kita sendiri dan merendahkan suku bangsa lain. Kalau kita tidak menghormati keanekaragaman suku bangsa, tidak akan tercipta kedamaian dalam hidup bersama. Tidak adanya saling menghormati antarsuku bangsa

akan menimbulkan konflik. Contohnya banyak. Antara lain konflik di Poso, konflik di Sambas, dan konflik di Maluku. Dengan adanya konflik-konflik itu persatuan dan kesatuan bangsa jadi ternodai. Bila terjadi perselisihan antarsuku bangsa, bangsa kita akan lemah. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita mengembangkan sikap saling menghormati antarsuku

bangsa.

b. Keanekaragaman Budaya di Indonesia

Di antara makhluk-makhluk hidup, hanya manusia yang menghasilkan kebudayaan. Dengan akal budi yang dimilikinya, manusia membentuk kebudayaan. Hal ini cocok dengan istilah kebudayaan itu sendiri. Istilah budaya berasal dari kata Sansekerta, yaitu buddayah atau buddhi yang berarti akal budi. Kebudayaan berarti segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia.

Ada tiga bentuk kebudayaan, yaitu kebudayaan dalam bentuk gagasan,

kebiasaan, dan benda-benda budaya.

1. Kebudayaan yang berupa gagasan, antara lain ilmu pengetahuan, adat

istiadat, dan peraturan.

2. Kebudayaan yang berupa kebiasaan, antara lain cara mencari makan

(mata pencarian), tata cara pergaulan, tata cara perkawinan, kesenian,

dan bermacam-bermacam upacara tradisi.

3. Kebudayaan yang berupa benda adalah semua benda yang diciptakan

oleh manusia, seperti alat-alat keperluan sehari-hari, rumah, perhiasan,

pusaka (senjata), kendaraan, dan lain-lain.

Manusia menciptakan kebudayaan untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhannya. Selain itu, kebudayaan juga diciptakan untuk mengolah alam agar bermanfaat untuk kehidupan manusia. Karena kondisi lingkungan alam berbeda-beda, maka terjadilah keanekaragaman kebudayaan.

1. Mengenal keragaman budaya di Indonesia

Wilayah Indonesia sangatlah luas. Lingkungan tempat tinggal penduduk Indonesia juga bermacam-macam. Ada penduduk yang tinggal di daerah pantai; ada yang tinggal di pegunungan; ada yang tinggal di daerah dataran rendah; dan lain-lain. Maka tidak heran kalau terjadi beraneka ragam kebudayaan di Indonesia. Kita ambil satu contoh bentuk rumah. Lingkungan tempat tinggal mempengaruhi bentuk rumah tiap suku bangsa. Rumah adat di Jawa dan di Bali biasanya dibangun langsung di atas tanah. Sementara rumah-rumah adat di luar Jawa dan Bali dibangun di atas tiang atau disebut rumah panggung. Mengapa dibuat rumah panggung? Alasan orang membuat

rumah panggung antara lain untuk meghindari banjir dan menghindari binatang buas. Kolong rumah biasanya dimanfaatkan untuk memelihara ternak dan menyimpan barang. Keanekaragaman budaya dapat dilihat dari bermacam-macam bentuk rumah adat. Berikut ini beberapa contoh rumah adat.

1. Rumah Bolon (Sumatera Utara).

2. Rumah Gadang (Minangkabau, Sumatera Barat).

3. Rumah Joglo (Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur).

4. Rumah Lamin (Kalimantan Timur).

5. Rumah Bentang (Kalimantan Tengah).

6. Rumah Tongkonan (Sulawesi Selatan).

7. Rumah Honai (Rumah suku Dani di Papua).

Setiap suku bangsa mempunyai adat istiadat. Adat istiadat itu mengatur

kehidupan bersama. Adat istiadat tercermin dalam pakaian adat, berbagai upacara adat, seperti upacara kematian, perkawinan, kelahiran, serta dalam tata pergaulan. Pakaian adat dipakai dalam upacara-upacara adat. Namun, ada juga pakaian adat yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Setiap suku bangsa mempunyai upacara adat dalam peristiwa-peristiwa penting kehidupan. Misalnya upacara-upacara kelahiran, penerimaan menjadi anggota suku, perkawinan, kematian, dan lain-lain. Nama dan bentuk upacara menandai peristiwa kehidupan itu berbeda-beda dalam masingmasing

suku. Beberapa contoh upacara adat yang dilakukan suku-suku di Indonesia antara lain sebagai berikut :

1. Mitoni, tedhak siti, ruwatan, kenduri, grebegan (Suku Jawa).

2. Seren taun (Sunda).

3. Kasodo (Tengger).

4. Nelubulanin, ngaben (Bali).

5. Rambu solok (Toraja).

Keberagaman kebudayaan di Indonesia juga tampak dalam kesenian daerah. Ada bermacam-macam bentuk kesenian daerah. Berikut ini beberapa bentuk kesenian daerah.

1. Musik dan lagu daerah.

2. Tari-tarian tradisional daerah.

3. Seni pertunjukkan tradisional.

4. Seni lukis, ukir, pahat, dan anyaman tradisional.

 

Selain hasil kesenian yang sudah disebutkan di atas, suku-suku bangsa di Indonesia juga mempunyai hasil karya seni dalam bentuk benda. Karya seni yang dihasilkan oleh seniman-seniman dari berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia, antara lain seni lukis, seni pahat, seni ukir, patung, batik, anyaman, dan lain-lain. Benda-benda karya seni yang terkenal, antara lain ukiran Bali dan Jepara, Patung Asmat dan patung-patung Bali, anyaman dari suku-suku Dayak di Kalimantan, dan lain-lain. Hasil kerajinan seni ini menjadi barang-barang cindera mata yang sangat digemari turis mancanegara.

 

2. Menghormati budaya di Indonesia

Banyak orang asing yang begitu kagum akan hasil budaya suku-suku bangsa di Indonesia. Hasil budaya bangsa yang mengagumkan itu, antara lain seni bangunan seperti Candi Borobudur, seni musik seperti gamelan Jawa dan Bali, seni tari seperti tari Kecak, seni pahat seperti patung-patung yang dibuat orang Asmat. Keanekaragaman budaya merupakan kekayaan bangsa kita. Kebudayaan-kebudayaan daerah merupakan modal utama untuk mengembangkan kebudayaan nasional. Kebudayaan nasional adalah puncak-puncak kebudayaan daerah yang ada di wilayah Indonesia. Kebudayaan daerah yang dapat menjadi kebudayaan nasional harus memenuhi syarat-syarat, seperti:

a. menunjukkan ciri atau identitas bangsa;

b. berkualitas tinggi sehingga dapat diterima oleh seluruh bangsa Indonesia;

dan

c. pantas dan tepat diangkat sebagai budaya nasional.

Kebudayaan nasional harus memiliki unsur-unsur budaya yang mendapat

pengakuan dari semua bangsa kita, sehingga menjadi milik bangsa.

Kebudayaan nasional dilaksanakan pada saat kegiatan tingkat nasional,

seperti perayaan peringatan kemerdekaan 17 Agustus, peringatan hari-hari

nasional, dan kegiatan kantor pemerintah atau swasta. Sebagai warga negara Indonesia kita seharusnya bangga dengan adanya keanekaragaman kebudayaan. Bermacam-macam bentuk kebudayaan itu merupakan warisan yang tak ternilai harganya. Kita harus menghormati keanekaragaman budaya. Kita juga harus melestarikan dan mengembangkan berbagai bentuk warisan budaya yang ada sekarang ini.

Bagaimana cara menghormati keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia? Sikap menghormati keanekaragaman budaya dapat kita tunjukkan dengan sikap-sikap berikut ini.

1. Menghormati kelompok lain yang menjalankan kebiasaan dan adat

istiadatnya.

2. Tidak menghina hasil kebudayaan suku bangsa lain.

3. Mau menonton seni pertunjukan tradisional.

4. Mau belajar dan mengembangkan berbagai jenis seni tradisional

seperti seni tari, seni musik, dan seni pertunjukan.

5. Bangga dengan hasil kebudayaan dalam negeri.

 

 

 

Persebaran Suku Bangsa di Indonesia

 

No

Daerah

Suku Bangsa

1

Nanggroe Aceh Darussalam

Aceh, Gayo, Alas, Simeuleu

2

Sumatra Utara

Batak, Nias, Melayu

3

Sumatra Barat

Minangkabau, Mentawai

4

Riau

Melayu, Sakai

5

Jambi

Melayu, Kubu, Kerinci

6

Sumatra Selatan

Palembang, Melayu, Kubu

7

Bengkulu

Melayu, Rejang, Enggano

8

Lampung

Lampung, Jawa, Melayu

9

DKI Jakarta

Sunda, Betawi

10

Jawa Barat

Sunda, Badui

11

Jawa Tengah

Jawa

12

Jawa Timur

Jawa, Madura, Tengger

13

D.I. Yogyakarta

Jawa

14

Bali

Bali, Madura

15

Nusa Tenggara Barat

Bali, Sasak, Sumbawa, Bima

16

Kalimantan Tengah

Melayu, Dayak, Kutai

17

Kalimantan Timur

Melayu, Dayak, Kutai

18

Kalimantan Selatan

Melayu, Banjar, Dayak

19

Sulawesi Selatan

Bugis, Makassar, Toraja

20

Sulawesi Tenggara

Mekongga, Tolaki, Buton, Muna

21

Sulawesi Tengah

Toli-toli, Toraja, Laina, Tomini, Lore

22

Sulawesi Utara

Minahasa, Bolaang, Mangondow, Gorontalo

23

Maluku

Ambon, Kei, Tanimbar, Seram

24

Maluku Utara

Ternate

25

Gorontalo

Gorontalo

26

Banten

Sunda, Badui

27

Bangka-Belitung

Bangka, Belitung

28

Irian Jaya (Papua)

Asmat, Sentani, Biak, Marindanim

29

Nusa Tenggara Timur

Alor, Solor, Roti, Sawu, Sumbawa, Flores

30

Kalimantan Barat

Melayu, Dayak, Kayan

 

 

                                                                                                                            

 

 

Rumah Adat di setiap Provinsi di Indonesia

 

No

Provinsi

Nama Rumah Adat

1

Nanggroe Aceh Darussalam

Krong Bade

2

Sumatra Utara

Bolon

3

Riau

Selaso Jatuh Kembar

4

Riau Kepulauan

Selaso Jatuh Kembar

5

Bangka Belitung

Rakit

6

Sumatra Barat

Gadang

7

Bengkulu

Bubungan Limo

8

Jambi

Melayu Selaso

9

Sumatra Selatan

Limas

10

Lampung

Nuwo Sesat

11

D.K.I Jakarta

Kebaya

12

Jawa Barat

Kasepuhan

13

Banten

Kaspuhan

14

Jawa Tengah

Joglo

15

D.I Yogyakarta

Bangsal Kencono

16

Jawa Timur

Joglo

`17

Bali

Natah

18

Nusa Tenggara Barat

Dalam Loka Samawa

19

Nusa Tenggara Timur

Soo Aa Mosa Lakitana

20

Kalimantan Barat

Rumah Panjang

21

Kalimantan Tengah

Betang

22

Kalimantan Selatan

Bubungan Tinggi

23

Kalimantan Timur

Lamin

24

Sulawesi Utara

Bolaang Mangondow

25

Sulawesi Tengah

Souraja

26

Sulawesi Selatan

Tongkonan

27

Sulawesi Barat

Tongkonan

28

Gorontalo

Souraja

29

Sulawesi Tenggara

Laikas

30

Maluku

Baileo

31

Maluku Utara

Baileo

32

Papua

Honai

33

Papua Barat

Honai

 

 

 

 

Tarian Dan Lagu Daerah di Setiap Provinsi di Indonesia

 

No

Provinsi

Tari

Lagu Daerah

1

Nanggroe Aceh Darusslam

Seudati, Saman, Meusekat, Ular-ular, Pukat

Piso Surit, Bungong Jeumpa

2

Sumatra Utara

Serampang Dua Belas, Tor-tor, Manduda, endek-endek

Butet, Sing-Song So, Anju Ahu, Marsilap Ari, Sengko-Sengko

3

Sumatra Barat

Piring, Payung, Randai

Ayam Den Lapeh, Dayung Palainggan, Kampuang Nan Jau Di Mato

4

Riau dan Kepulauan Riau

Mak Yong, Zapin, Belian, Tandak, Joged Lambak

Soleram, Langgam Melayu

5

Jambi

Selampit Delapan, Rangkung, Sekapur Sirih, Kisan

Injit-Injit Semut, Selendang Mayang, Timang-timang Anakku Sayang, Pinang Muda, Batanghari

6

Bengkulu

Tabot, Madun Kejai,Kumbang Meak, Bungo Gading

Lalan Bebek

7

Sumatra Selatan

Gending Sriwijaya, Tenggai Dana Sabung, Tepak Sekapur Sirih,Putri Bekhusek

Langgam Melayu, Dek Sangke, Tari Tanggai, Kabile-Kabile

8

Lampung

Melinting, Agung Suci, Parci Serumpun, Jangget

Kulintang Lampung, Adi-Adi Laun Lembar, Lipang-Lipangdang

9

DKI Jakarta

Topeng, Ondel-Ondel, Yapong, Cokek, Ronggeng

Jali-Jali, Kicir-kicir, Keroncong Kemayoran, Surilang

10

Jawa Barat dan Banten

Jaipong, Banjet, Pati Laras, Topeng Kuncaran, Merak

Cing Cangkeling, Bubuy Bulan, Manuk Dadali, Tokecang

11

Jawa Tengah

Serimpi, Bambangan Cakil, Gatutkaca, Gandung

Gundeul Pacul, Gambang Suling, Lir-ilir, Gek Kepiye, Pitik, Tukung, Suwe Ora Jamu

12

D.I. Yogyakarta

Bondan, Gambir, Anom, Bedaya, Serimpi, Sangupati

Pitik Tukung

13

Jawa Timur

Jaran Kepang, Banyuwangi, Jejer, Remong, Ngremo, Okik, Ketek Ogleg

Kerapan Sapi, Tanduk Majen

14

Bali

Kecak, Leging, Janger, Pendet, Barong, Sanghiyang

Ma Cepet-cepetan, Meyong-meyong, Janger Dewa Ayu

15

NTB

Batutangga, Mpaa Lenggo, Kayak Sando, Oncer, Rudat, Gandring

Kupendi Jangi, Pai Mura Rame, Orlen-Orlen, O Re Re, Tebe O Nama

16

NTT

Perang, Bido Feto Eman

Desaku, Potong Bebek, Anak Kambing Saya

17

Kalimantan Barat

Malim Melana, Seri Kuning, Monong, Mak Yong, Japin Berkilah

Cik-Cik Periok

18

Kalimantan Tengah

Kumbang Padang, Kinyah Bawi, Tambun, Bungai, Balen Dadas

Kelayar, Naluya, Palu Lempang, Pupoi

19

Kalimantan Timur

Ngerangkan, Tobengan Marang, Belian Santeyu, Hudog, Perang, dan Gong

Indung-Indung

20

Kalimantan Selatan

Baksa, Kembang, Guntur, Madikin, Tirik, Lumut

Saputangan Bapuncu Ampat, Ampar-Ampar Pisang

21

Sulawesi Utara dan Gorontalo

Pajingge, Titi Lotihu, Biteyam Popopalo, Cakalele, Tumetanden, Alabadiri

Si Patokan, O Ina Ni Keke, Tahanusangkara

22

Sulawesi Tengah

Kalanda, Momosa, Lumense, Paule Cinde

Tondok Kadadingku, Tope Gugu

23

Sulawesi Tenggara

Kalegoa, Balumpa, Modinggu, Lantitiasi, Mulolo

Tondok Kadadingku, Peia Tawa-tawa

24

Sulawesi Selatan dan Barat

Bosara, Sitempa-tempa, Kipas, Kalioso, Mak Badung, Salonreng, Pajaga

Peiwa Tawa-tawa Pakarena, Ma Rencong, Angin Mamiri

25

Maluku dan Maluku Utara

Angkosi, Lenso, Cakalele

Burung Kaka Tua, Ayo Mama, O Ulate, Sarinande, Goro-gorone, Kole-kole

26

Papua

Musyo, Selamat Datang

Apuse, Yamko Rambe Yamko

 

 

 

 

 

 

Lembar Kerja Siswa

Salin dan lengkapi tabel di bawah ini dengan benar !

No

Provinsi

Suku Bangsa

Rumah Adat

Tarian

Lagu Daerah

1.

DKI Jakarta

 

Kebaya

 

Kicir-kicir

2.

 

Melayu

Bubungan Limo

 

 

3.

Sumatra Utara

 

Bolon

 

 

4.

 

Sunda, Badui

 

Jaipong

 

5.

Bali

 

Natah

 

Meyong-meyong

6.

D.I Yogyakarta

 

 

 

 

7.

 

Gorontalo

 

 

Tahanusangkara

8.

 

Alor

 

Bido feto eman

 

9.

 

 

 

Topeng, Ondel-ondel

Surilang

10.

Maluku

 

Lenso

 

 

11.

 

Mekongga

Laikas

 

 

12.

Lampung

 

 

 

Lipang Lipangdang

13.

 

Jawa

 

Serimpi

 

14.

Kalimantan Selatan

 

Bubungan Tinggi

 

 

15.

Sumatra Selatan

 

 

Gending

 

 

 

 

KUNCI JAWABAN LKS

No

Provinsi

Suku Bangsa

Rumah Adat

Tarian

Lagu Daerah

1.

DKI Jakarta

Sunda

Kebaya

Ondel Ondel

Kicir-kicir

2.

Bengkulu

Melayu

Bubungan Limo

tabot

Lalan bebek

3.

Sumatra Utara

Batak

Bolon

Seramgpang dua belas

Butet

4.

Banten

Sunda, Badui

Kaspuhan

Jaipong

Cing Cangkeling

5.

Bali

Bali

Natah

Kecak leging

Meyong-meyong

6.

D.I Yogyakarta

Jawa

Bangsal kencono

Bondan

Pitik Tukung

7.

Sulawesi Utara

Gorontalo

Bolang mangondoow

Pajingge

Tahanusangkara

8.

NTT

Alor

Soo Aa Mosa Lakitana

Bido feto eman

Desaku

9.

DKI Jakarta

sunda

kebaya

Topeng, Ondel-ondel

Surilang

10.

Maluku

ambon

Lenso

Angkosi,

Burung kaka tua

11.

Sulawesi tenggara

Mekongga

Laikas

kalegoa

Tondok Kadadingku

12.

Lampung

Lampung, jawa

Nuwo Sesat

melinting

Lipang Lipangdang

13.

D.I Yogyakarta

Jawa

Bangsal Kencono

Serimpi

Pitik tukung

14.

Kalimantan Selatan

Melayu, Banjar, Dayak

Bubungan Tinggi

Baksa

Saputangan Bapuncu Ampat

15.

Sumatra Selatan

Melayu, kubu

limas

Gending

Langgam Melayu

 

3 thoughts on “Keanekaragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s