BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA VI/2

DRAMA PENDEK

 Image

Apa yang kamu ketahui tentang drama?

Tentu kamu sering menonton acara televisi seperti sinetron , misalnya. Nah, sinetron itu adalah sebuah contoh drama.

 

Drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan.

 

Pernahkah kamu menonton pementasan drama?

 

Drama memiliki unsur-unsur sebagai berikut :

  1. Tokoh
  2. Setting/ latar
  3. Sifat tokoh (watak)
  4. Tema
  5. Jalan cerita (alur)
  6. Amanat.                      

Bacalah contoh drama pendek di bawah ini!

Perankan bersama temanmu!

 

Perang Melawan Gagak Hitam

Suasana hiruk pikuk di sebuah sekolah dasar saat pulang sekolah. Siang itu begitu terik karena musim panas tahun ini belum usai.

Bel pulang sekolah berbunyi, Deni berlari bergegas keluar kelas. Ia melangkah cepat, memanggul tas di punggungnya, mendahului teman-temannya.

Deni         : (mencolek punggung Kamal)                             “Hai Mal, tunggu nanti di angkasa kalau berani!”

Kamal      : “Ah, tak usah besar mulut, Den. Kemarin kamu sudah kalah. Di perang hari ini, jagoanku pasti akan menggilasmu lagi.” (mengepalkan tinjunya ke atas).

Deni         : “Tunggu saja perlawanan Kopiah Miringku! Gagak Hitammu akan aku hancurkan! Siapa yang kalah hari ini, harus secara jantan mengakui sambil bertekuk lutut.”

Kamal      : “Baik, tantanganmu akan kujawab di angkasa.”

Keduanya melangkah pergi kea rah yang berbeda. Di perempatan jalan dekat sekolah, Deni berbelok ke kiri, dan Kamal ke kanan. Rumah mereka berlawanan arah.

Deni dan Kamal terkenal pandai bermain layang-layang di angkasa. Laying-layang Kamal bergambar Gagak Hitam sedangkan layang-layang Deni bergambar Kopiah Hitam.

Sesampai di rumah, Deni segera makan siang. Ia mencoba mencari siasat. Kali ini ia memilih tempat di kanan lapangan, tepatnya di atas genting rumah tua yang tidak dihuni lagi. Di tempat itu, ia bisa leluasa mengulur benang layang-layangnya. Tiba-tiba mulutnya tersedak.

Ibu           : (menyodorkan segelas air putih) “Kalau makan jangan tergesa-gesa, nanti tersedak lagi. Ini minum dulu.”

Deni diam saja dan meneruskan makan.

Ibu           : ”Buru-buru mau main layang-layang ya? Kamu tidak boleh naik ke atap rumah tua itu ya! Kayunya sudah lapuk.”

Deni         : “Beres, bu!”

Selesai makan, Deni langsung mengambil layang-layangnya dan pergi ke lapangan.

Setelah sampai di lapangan, Deni segera memanjat dinding rumah tua itu dan melangkah pelan untuk berdiri di atas genting. Dalam sekejap laying-layangnya sudah mengangkasa. Deni memainkannya berputar dari kiri ke kanan, lalu berpapasan dengan si Gagak Hitam. Setelah benang mereka saling berkaitan, Deni dan Kamal mengulur benang masing-masing.

Beberapa saat kemudian Kamal tak mampu lagi mengulur benangnya karena angin yang berhembus sangat kuat. Akhirnya putuslah benang si Gagak Hitam.

Deni         : (bersorak-sorak) “Hoorreeee!! Hooorreeee..!!!”

Tanpa sadar kakinya menginjak kayu yang lapuk.

KROSAK!! BUUKK!! Deni terjatuh dan kakinya berdarah.

Malam hari, di rumah Deni.

Ia terkulai lemas di tempat tidurnya saat Kamal datang menjenguk.

Kamal      : “Saya mengaku kalah, Deni. Kali ini Kopiah Miring memang lebih hebat dari Gagak Hitam.”

Deni         : “Walaupun menang tapi kakiku sakit, Mal.” (melirik kakinya dan menyeringai kesakitan)

Esok harinya, Deni tidak masuk sekolah. Ia menyesal karena tidak mendengarkan nasehat ibunya untuk tidak main di atas rumah tua. Namun Deni juga gembira karena hubungannya dengan Kamal menjadi baik. Mereka tidak saling ejek lagi.

Apakah kamu sudah memahami dan menemukan

unsur-unsur dalam naskah drama tersebut? Untuk menguji

pemahamanmu, kerjakan perintah berikut.

  1. Tuliskan nama-nama tokoh dan wataknya dalam drama pendek di atas!
  2. Tuliskan latar/ setting yang ada dalam naskah drama pendek tersebut!
  3. Tuliskan tema dan amanat dari drama pendek tersebut!

 

LEMBAR KERJA SISWA

( LKS )

 

Petunjuk :

  1. Dengarkan naskah drama pendek yang disampaikan guru!
  2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
    1. Siapa saja tokoh dalam drama pendek tersebut?
    2. Sebutkan watak para tokohnya!
    3. Tuliskan latar dalam drama pendek tersebut!
    4. Amanat apa yang dapat kamu ambil dari drama pendek itu?
    5. Tentukan judul yang tepat berdasarkan drama pendek yang kamu dengar!
    6. Ceritakan kembali naskah drama pendek yang kamu dengar di depan kelas menggunakan kata-katamu sendiri!

 

Jawab :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KUNCI JAWABAN LKS

 

Naskah drama yang dibacakan:

          Sore hari di sebuah pantai berombak pelan, angin berhembus kencang mengibaskan rambut seorang anak perempuan yang sedang mengagumi istana pasir buatannya. Belum puas mengaguminya, tiba-tiba ada yang menabraknya dan menimpa istananya.

Li-El                : “Adduuuuhh..!!” (berdiri dengan kesal, menepuk-nepuk lututnya yang kotor, kemudian menganga kaget melihat istananya hancur)

Dodo               : “Masih kelihatan bagus, kok.”

Li-El                : “Kamu merusak istanaku!”

Dodo               : “Kan kamu sendiri yang jatuh.”

            Sebelum Li-El sempat menjawab, datang seorang anak yang lebih kecil.

Didi                 : “Kok lama, kak?”

Dodo               : “Gara-gara si cerewet ini!” (melirik ke arah Li-El dengan kesal)

            Li-El membelalak, tapi marahnya tertunda karena mamanya memanggil.

Mama              : “Li-El, satu jam lagi kita pulang, ya.”

Dodo               : (meledek) “Hahahaha…Apa tidak ada nama yang lebih aneh dari Li-El?”

Li-El                : (menahan emosi) “Namaku Emerald Auriel Pradnyaparamita.”

            Dodo dan Didi justru tertawa lebih keras lagi. Karena sudah tidak tahan lagi, Li-El meninggalkan keduanya dan berharap tidak pernah bertemu lagi.

            Ternyata takdir berkata lain. Mereka bertemu kembali saat ulang tahun Petra, teman Li-El.

Dodo               : “Si nama aneh!” (tersenyum jahil)

            Li-El hanya diam saja, tak peduli Dodo dan Didi yang terus meledeknya. Akhirnya, Li-El mendapatkan ide.

Li-El                : “Namamu itu enak ya rasanya, kalau ditambah huruf  l.”

Dodo               : “Maksudmu dodol? Masa kamu menyamakan aku dengan makanan.”  (cemberut)

Petra                : “Kamu sudah kenal sepupuku?”

            Li-El terkejut karena dua orang itu adalah sepupu Petra. Tapi itu bukan masalah. Li-El hanya ingin segera bertanya pada mama, kenapa dia diberi nama Li-El.

Mama              : “Li-El nama yang unik. Bahkan mungkin dianggap aneh. Mama Papa berharap kamu justru jadi lebih percaya diri. Tidak mudah mendengarkan komentar orang yang menjelekkan namamu.”

            Wow! Selama ini Li-El menyangka Mama Papanya hanya asal memberinya nama panggilan. Tapi ternyata ada makna bagus dibaliknya. Renungan Li-El terputus oleh kedatangan Petra, membawa bingkisan dari Dodo dan Didi. Saat dibuka, ternyata berisi dodol.

Petra                : (heran dan bingung) “Kenapa mereka tidak memberi cokelat saja? Kan lebih mudah dicari. Kenapa harus dodol?”

            Li-El pura-pura tidak mengerti, kemudian membaca pesan dari kedua sepupu Petra.

Dear Li-EL,

Kami minta maaf sudah meledekmu. Tolong dong jangan pakai huruf l itu lagi. Lain kali kami juga bantu membuat istana yang sangat indah.

Peace,

Dodo dan Didi.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. a) Tokoh:

Li-El, Dodo, Didi, Petra, Mama.

b)      Watak tokoh :

–          Li-El : cerdik, sabar

–          Dodo dan Didi : suka meledek, mau meminta maaf lebih dulu

–          Petra : ceria

–          Mama : sabar.

c)      Latar:

–  Sore hari di pantai.

–          Di rumah Petra.

–          Di rumah Li-El.

d)     Amanat : jangan suka mengejek orang, karena itu tidak baik dan dapat berakibat jelek bagi diri sendiri.

e)      Li-El.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s