Keikhlasan Itu seketika Berubah Jadi Tangisan

Oleh Gilang Rahayu

Di hari itu,..
Panggung menggambarkan panas teriknya matahari.

Pernahkah kau bayangkan,..
Jikalau Orang-orang yang ada disamping mu,
Orang-orang yang kamu sebut teman,
Orang-orang terdekat mu,
Orang yang senantiasa ada di sekitar mu,.
Ternyata mereka hanya sedang bersandiwara,
Memasang topeng,
Mengganti muka ketus mereka,
dengan muka yang behagia dan terpaksa,
Mengangkat kedua ujung bibir mereka,
Seelok mungkin,
Seraya tertawa, Namun hati mereka Muak.
Nadirku enggan jika membayangkan itu,……………………………

***Catatan ini aku dedikasikan untuk orang yang mungkin pernah merasa tersakiti.
Untuk orang yang mungkin pernah merasa dijahati,..

Dalam benaknya tersirat,.
Dan benaknya bertanya,
Mungkinkah benar kata itu???
Bahwa. . . .
”Hanya Orang tua kita yang menginginkan yang terbaik untuk kita,
Orang yang tak ingin kita terpelosok,
Bukan!! Bukan Mereka…Teman-teman mu,
Bukan juga mereka yang dekat dengan mu,
Dan bukan mereka orang yang bisa kamu percaya,
Bukan!! Bukan mereka…
Tapi hanya orang yang memiliki hubungan denyut nadi dengan kita,
Ayah, ibu, kakak, adik,.. hanya mereka yang bisa dipercaya,
Karna ketulusan hati mereka tak diragukan lagi,.
Benaknya selalu mempercayai kata-kata tadi…
Dan tak mempercayai orang-orang yang selama ini ada disekitarnya,
Karna dalam benaknya tertanam kuat keyakinan
Betapa jahatnya mereka,
Mereka yang tak tulus,
Mereka yang hanya Memasang muka baik didepan,
Dan mereka yang Tak enggan untuk mencaci kita di belakang layar.
Benaknya meyakini, Mereka termasuk dalam deretan orang-orang yang sangat egois dan jahat.

Tidak teman,….
Jangan kau yakini kata benakmu itu,.
Tidak teman,…jangan kau dengar,
Tutuplah telingamu,…
Anggap benakmu tak meyakini.
Aku tak bermaksud begitu,

Tidak teman,….
Jangan kau teteskan air mata itu di depan mata ku,
Jangan teman,…
Jangan menganggap bahwa aku dan mereka jahat,
Tidak teman,…
Aku tak bermaksud membuatmu marah,

Selalu,…
Ku melihat ketulusan dan keikhlasan mu,
Saat kau membantu teman mu,
Aku bisa melihat keikhlasan hati yang kau pancarkan dari batin,
Jika kau bertanya apakah kau pernah membuatku terluka?
Tidak….Aku jawab dengan lantang,
Tidak.,…Kau sangat baik pada ku,

Teman,…
Aku mungkin hanyalah manusia yang selalu saja bersalah,
Aku hanya manusia biasa,..
Maafkan lah kesalahan ku teman,.
Maafkan,….
Tersenyumlah,…. Seperti senyumu yang dulu,
Karna ku ingin melihat keikhlasan yg terpancar terang.

Orang yang tak bermaksud begitu. . . . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s